LUPUS merupakan penyakit kronik yang dikenal juga
sebagai penyakit autoimun. Jika tidak diketahui sejak dini, lupus bisa
sama bahayanya dengan kanker, penyakit jantung, maupun AIDS yang
menyebabkan kematian.
Penyebab lupus masih belum ditemukan. Tetapi terdapat beberapa faktor
resiko yaitu genetik (keturunan) dan lingkungan yang menyebabkan lupus.
Faktor lingkungan yang diperkirakan sebagai penyebab adalah
obat-obatan, racun, makanan dan sinar matahari.
Gejala lupus sangat beragam, oleh karena itu dokter terkadang sulit untuk
mendiagnosa penyakit ini. Biasanya diawali dengan lemah badan, demam dan nyeri
pada sendi dan otot. Kadang gejala ini disalahartikan dengan flu yang berulang.
Lupus juga dapat berefek pada alat tubuh lainnya. Biasanya gejala yang
dirasakan adalah:
Sistem otot dan tulang: Sakit pada sendi-sendi kedua sisi
(kiri maupun kanan) tanpa merusak sendi. Sering mengenai tangan, lutut dan
pergelangan tangan. Kadang disertai dengan rasa lemas dan nyeri pada otot.
Kulit dna rambut: Gejala yang terjadi pada kulit biasanya 90%
penderita lupus. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar
rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati
lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit
dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.
Ginjal: hampir seluruh penderita lupus mengalami kerusakan ginjal. Jika kerusakannya berat maka diperlukan pengobatan imunosupresif. penting kiranya memeriksa urin secara berkala karena stadium awal dari kerusakan ginjal ditandai dengan adanya protein dalam urin.
Jantung dan pembuluh darah: Kerusakan jantung yang diderita penderita lupus berupa cairan pada selaput jantung, vegetasi pada katup jantung, perkapuran (aterosklerosis) pada pembuluh darah dan nyeri pada ujung-ujung jari dna perubahan warna menjadi putih kebiruan jika terkena udara dingin dan emosi yang meningkat yang disebut fenomena Raynaud.
Susunan saraf: 15% penderita lupus mengalami gangguan otak, saraf dan kejiwaan. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.
Paru: Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia).
Darah: Hampir setengah penderita lupus menderita anemia. Selain itu terdapat jumlah trombosit dan lekosit yang rendah daripada orang sehat. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan dan mudah terinfeksi.
Mata: Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.
Bagaimana mengobati lupus?
Pengobatan lupus tergantung dari berat-ringannya dan alat tubuh mana yang terkena. Untuk itu diperlukan pemeriksaan medis secara berkala. Jika terdapat gejala ringan dapat diberikan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dan anti malaria (seperti Chloroquine). Jika terdapat gejala yang berat dab beresiko mengancam jiwa, maka diberikan Steroid (seperti Prednison, Metilprednisolon) dan obat imunosupresif (seperti azathioprine, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil dan cyclosporine).
Obat-obatan tersebut memang berguna untuk mengobati lupus, tetapi mempunyai menimbulkan efek samping.
Pengobatan lupus tergantung dari berat-ringannya dan alat tubuh mana yang terkena. Untuk itu diperlukan pemeriksaan medis secara berkala. Jika terdapat gejala ringan dapat diberikan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dan anti malaria (seperti Chloroquine). Jika terdapat gejala yang berat dab beresiko mengancam jiwa, maka diberikan Steroid (seperti Prednison, Metilprednisolon) dan obat imunosupresif (seperti azathioprine, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil dan cyclosporine).
Obat-obatan tersebut memang berguna untuk mengobati lupus, tetapi mempunyai menimbulkan efek samping.
Efek samping yang
sering dirasakan adalah:
– Terasanya nyeri ulu hati
– Merasa Mual dan terkadang ada muntah
– Tensi darah menjadi tinggi
– Menambahnya berat badan
– Osteoporosis
– Meningkatnya resiko infeksi (misalnya: tuberkulosis)
– Terasanya nyeri ulu hati
– Merasa Mual dan terkadang ada muntah
– Tensi darah menjadi tinggi
– Menambahnya berat badan
– Osteoporosis
– Meningkatnya resiko infeksi (misalnya: tuberkulosis)
- Terjadinya
kerontokan pada rambut
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami semoga info ini bermanfaat bagi kita semua

Komentar
Posting Komentar