Skizofrenia
merupakan gangguan psikotik yang hampir sebagian penduduk di dunia menderita psikotik
selama hidupnya. Skizofrenia biasa ditemukan
karena beratnya gejala, ketidakmampuan merawat diri dan pemburukan sosial yang bertahap.
Halusinasi
yang menimbulkan
ketegangan dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain, perilaku kacau agitasi dan penelantaran.
ketegangan dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain, perilaku kacau agitasi dan penelantaran.
Shizofrenia bukan
penyakit tunggal tetapi bisa juga kelompok gangguan dengan ciri-ciri yaitu
1.
Perubahan Kognisi Kecerdasan meliputi :
-
Gangguan Ingatan :
Pelupa, tidak berminat, mudah bosan, dll
-
Gangguan Perhatian : Sulit berkonsentrasi pada pekerjaan
-
Gangguan Isi Pikir : Merasa sebagai orang hebat, memiliki kekuatan magis,
curiga dengan orang lain selain dirinya, dsb.
2.
Perubahan Persepsi meliputi :
-
Halusinasi :
mendengar suara-suara yang berbisik, membaui bangkai dan bau-bauan lainnya,
merasa ada yang merasuki badannya, dsb.
3.
Perubahan Emosi meliputi :
ekspresi berlebihan atau kurang pada saat menunjukan emosi,
seperti :
-
Menangis tanpa sebab
-
Tertawa terbahak-bahak tetapi tidak ada yang
lucu
-
Marah – marah tanpa sebab
4.
Perubahan Perilaku dan gerakan meliputi :
-
Suka mengikuti gerakan orang lain
-
Berdiam diri tanpa bergerak atau mematung
-
Merusak barang
-
Memukul atau membunuh orang, dll
5.
Perubahan hubungan sosial dan lingkungan
meliputi :
-
Mengurung diri
-
Tidak tertarik melakukan aktifitas bersama-sama
-
Lebih senang menyendiri
Skizoprenia dibagi
beberapa jenis antara lain
·
Skizofrenia Simplek
·
Skizofernia Hebefrenia
·
Skizofrenia Katatonia
·
Skizofrenia paranoid
·
Episode Skizofrenia Akut
·
Skizofrenia residual
·
Skizofrenia Skizo Afektif
Faktor munculnya
gejala penyakit ini bisa di timbulkan oleh beberapa masalah di antaranya :
1.
Masalah kesehatan, seperti kurang tidur,
penyakit infeksi, kelelahan, dll.
2.
Masalah lingkungan, seperti merasa dimusuhi
lingkungan, stres terhadap lingkungan tempat tinggal kesepian, dihina orang
lain, tekanan pekerjaan, dll
3.
Maslah sikap dan prilaku, seperti merasa gagal,
kurang percaya diri, kurangnya keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan,
dll
Pengobatn
skizofrenia ini tidak bisa diperhitungkan dengan waktu yang tepat, upaya
pengobatan ini bisa membutukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, maka
dari itu untuk perawat dan juga keluarga membutuhkan tingkat kesabaran yang
sangat besar.
Ini adalah
beberapa hal yang bisa membantu pada masa penyembuhan skizoprenia diantaranya :
1.
Pasien mendapatkan hubungan saling percaya:
a.
Membina hubungan saling percaya dengan cara :
·
Salam terapeutik
·
Perkenalan diri
·
Penjelasan tujuan interaksi
·
Menciptakan lingkungan yang tenang
·
Membuat kontrak yang jelas pada setiap pertemuan
(topic, waktu dan tempat berkomunikasi)
b.
Memberi kesempatan pada pasien untuk
mengungkapkan perasaannya
c.
Mendengarkan ungkapan pasien secara empati
2.
Membantu pasien mengenali halusinasinya
a.
Seringnya melakukan kontak dengan pasien, agar
pasien bisa mengurangi kontak dengan halusinasinya
b.
Observasi tingkah laku pasien terkait dengan
halusinasinya seperti berbicara dan tertawa tanpa stimulus, melihat
disekitarnya seakan-akan ada teman bicara.
c.
Membantu klien mengenali halusinasinya
·
Apabila pasien berkata ada yang mengajaknya
bicara, maka kita lanjutkan dengan bertanya apa yang dikatannya?
·
Meyakinkan pasien bahwa yang merawat percaya
bahwa pasien mendengarnya
·
Meyakinkan bahwa ada pasien lain yang sama
seperti pasien yang sekarang ini
·
Menyakinkan bahwa kita akan membatu pasien
d.
Berdiskusi dengan pasien tentang :
·
Situasi atau keadaan yang dapat menimbulkan dan
menghilangkan halusinasi
·
Kapan saja waktu dan keadaan yang sering terjadinya
halusinasi, seperti pagi, siang, sore, malam atau pada saat sendiri atau sedih.
Dll
e.
Mendiskusikan dengan pasien apa yang dirasakan
bila terjadi halusinasi
3.
Mengontrol halusinasi pada pasien
a.
Amati pada pasien pada saat halusinasi terjadi
b.
Mencari cara untuk mengontrol datangnya
halusinasi :
·
Menyuruh pasien mengatakan tidak mau lagi
berkomunikasi dengan halusinasinya
·
Bertemu dengan orang lain dan bercerita tentang
halusinasinya.
·
Membuat jadwal sehari-hari agar mencegah
munculnya halusinasi
·
Meminta bantuan orang lain agar menyapa pasien
pada saat terlihat berbicara sendiri
·
Membantu secara bertahap cara memutus atau
mengendalikan halusinasinya
4.
Memberikan dukungan dari keluarga dan lingkungan
sekitar pada pasien :
a.
Melakukan pendekatan pada pasien dan memberi
saran agar memberitahukan pada keluarga apabila terjadi halusinasi
b.
Melakukan diskusi dengan keluarga
·
Gejala halusinasi yang dialami pasien
·
Cara dan tindakan keluarga untuk menghilangkan
halusinasi
·
Memberi kesibukan sehari-hari, bepergian bersama,
jangan membiarkan pasien menyendiri
·
Memberikan informasi waktu atau saat perlu
bantuan pada saat halusinasi tidak terkendali dengan resiko mencelakai orang
lain.
5.
Memberikan obat dengan baik dan teratur
·
Mendiskusikan dengan pasien dan keluarga untuk
dosis, dan mafaat obat
·
Menganjurkan pasien untuk meminta sendiri obat
pada perawat untuk merasakan manfaatnya
·
Menganjurkan Pasien untuk berbicara tentang
efek-efek obat yang dirasakannya
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami semoga info ini bermanfaat bagi kita semua
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami semoga info ini bermanfaat bagi kita semua

Komentar
Posting Komentar