Langsung ke konten utama

Kelainan Kongenital


Beberapa kelainan konginetal yang bisa menyebabkan kematian seperti atresia ani, harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan atau tindakan yang lebih lanjut. Kelainan kongenital yang tidak langsung menyebabkan kematian tetapi dapat menyebabkan kecatatan, seperti
bibir sumbing, hidrosefalus, kaki pengkor, memerlukan tindakan di fasilitas rujukan. Kelainan konginental yang tidak mungkin ditangani karena bayi akan meninggal seperti anensefali tidak perlu dirujuk
Kelainan lain yang disebabkan oleh persalinan sulit atau tindakan beresiko menimbulkan trauma seperti patah tulang bahu, cephal hematoma atau memar pada bagian tubuh harus dirujuk.
Berikut ini adalah beberapa kelainan kongenital dan tindakannya :

·         Anensefali
-         Konseling dengan orang tua bahwa bayi tidak mungkin bertahan hidup dengan waktu yang lama
-         Tidak perlu dirujuk

·         Hidrosefalus (Kepala Besar)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·         Meningoensefalokel (benjolan lunak dikepala)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut
-          Posisi bayi harus keadaan tengkurap

·         Fokomelia (ekstremitas lebih pendek)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·         Spina bifida (benjolan ditulang punggung)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut
-          Posisi bayi harus keadaan tengkurap

·         Labiognatopalatoskisis (bibir sumbing)
Bayi dengan bibir sumbing yang terisolasi dapat minum dengan normal, tetapi yang langitan sumbing akan kesulitan  pada saat pemberian minum. Bayi dapat menelan dengan normal tetapi tidak dapat menghisap dengan sempurna, maka akan memuntahkan kembali susu melalui hidung sehinggal dapat terjadi aspirasi ke paru.
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Beri bayi ASI perah menggunakan cangkir dan sendok, jika tersedia sterilitas botol terjamin atau dot khusus terjamin
-          Teknik pemberian minum dengan cara memasukan susu bolus melalui belakang lidah ke faring menggunakan sendok, pipet, atau alat suap lainnya. Bayi akan menelan dengan normal
-          Rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·         Omfalokel (organ hati diluar rongga perut)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Jaga organ tetap bersih
-          Rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·         Gastroskisis (organ usus diluar rongga perut)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Jaga organ tetap bersih
-          Jangan diberi minum
-          Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·         Ikhtiosis (kulit kering atau pecah-pecah)
-          Awasi tanda atau gejala vital
-          Konseling dengan orang tua
-          Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut
·     Penyempitan saluran cerna seperti hirschprung, stenosis, dengan gejala perut kembung, obtipasi yang tidak total, dapat BAB sedikit-sedikit

-      Riwayat polihidramnion (air ketuban lebih banyak dari biasanya)
-      Muntah
-      Sebagian ASI segera keluar beberapa saat setelah menyusui
-      Tidak ada mekonium dalam 24 jam pertama
-      Perut buncit
-      Awasi tanda atau gejala vital
-      Konseling dengan orang tua
-      Jangan diberi minum
-      Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·      Atresia Ani
-       Tidak tampak atau tidak teraba anus pada saat pemeriksaan
-       Awasi tanda atau gejala vital
-       Konseling dengan orang tua
-       Rujuk kerumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

·      Talipes Equinovaros adalah kaki bayi tidak dalam keadaan posisi normal, yang paling sering terjadi adalah posisi plantar (telapak kaki) fleksi tertekuk, plantar inversion (terputar) pada tumit dan plantar terputar pada jari kaki
-       Kelainan yang ringat dapat diperbaiki hanya dengan meluruskan posisi kaki segera setelah lahir
-       Kelainan sedang dapat dilakukan tindakan mempertahankan posisi kaki dengan perban lentur
-       Kelainan berat sebaiknya dirujuk

Terima kasih telah berkunjung ke blog kami semoga info ini bermanfaat bagi kita semua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan & Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Sinusitis

Mungkin salah satu dari kalian sering mengalami hidung tersumbat dan sakit kepala secara terus-menerus, kemungknan itu adalah tanda-tanda anda menderitas penyakit sinusitis.

Asuhan Persalinan Normal

Tujuan Asuhan Persalinan Normal adalah menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui upaya yang terintregrasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal). Dengan pendekatan seperti ini, berarti bahwa :

Nutrisi Penting Kebutuhan Setiap Wanita

Kebutuhan gizi semua orang yang tidak persis sama . Sementara kebanyakan orang manfaat dari vitamin dan mineral yang sama , kebutuhan wanita mungkin sedikit berbeda karena tubuhnya melewati hal-hal yang berbeda sepanjang hidup . Berikut adalah